BLORA – Wujud kepedulian Polri terhadap sektor kesehatan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Cepu Polres Blora bersinergi dengan tenaga kesehatan (nakes) melaksanakan pelacakan kontak erat (tracing) serta pemantauan intensif terhadap warga penderita Tuberkulosis (TB) Paru. Kegiatan ini dilangsungkan secara door-to-door di wilayah Kelurahan Ngroto, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Kamis (25/06/2026).
Langkah mitigasi kesehatan penularan penyakit menular yang dimulai pukul 09.30 WIB ini melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngroto Aipda Kartono, petugas UPTD Puskesmas Ngroto Ibu Roziqoh, serta kader lembaga pengawas kesehatan terkait, Ibu Ulfah Dianawati.
Mewakili Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H. menegaskan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi nakes di lapangan merupakan implementasi dari slogan Polri yang hadir, berbuat, dan bermanfaat secara komprehensif bagi masyarakat, tidak hanya di bidang keamanan tetapi juga jaminan keselamatan kesehatan warga.
“Penyakit TB Paru memerlukan perhatian serius dan pengawasan secara berkala agar tidak meluas di lingkungan permukiman. Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas kami terjunkan mendampingi nakes Puskesmas untuk melakukan tracing sekaligus memberikan edukasi medis agar para penderita dapat pulih total dan memutus mata rantai penularan di tingkat keluarga,” jelas AKP Midiyono, Jumat (26/06/2026).
Dalam giat tracing tersebut, tim gabungan menyambangi tiga warga yang tengah menjalani masa pengobatan infeksi paru-paru di wilayah lingkungan RT 05 RW 03 Kelurahan Ngroto, yakni K (62), J (58), dan M (46). Petugas melakukan pengecekan kepatuhan konsumsi obat dan mengevaluasi kondisi sanitasi lingkungan rumah tinggal para pasien.
Pada kesempatan itu, Aipda Kartono menyampaikan pesan pembinaan dan imbauan agar para pasien senantiasa mematuhi instruksi medis dengan meminum obat secara kontinu tanpa terputus. Mengingat tingkat penularan bakteri yang cukup tinggi lewat udara, pasien diimbau untuk selalu mengenakan masker saat berinteraksi, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), meningkatkan ventilasi udara kamar, serta untuk sementara waktu menjaga jarak fisik atau tidak melakukan kontak langsung dengan bayi maupun balita di dalam rumah.

