Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, pada Rabu (28/10/2026) sekira pukul 18.00 WIB. Peristiwa cuaca ekstrem tersebut memporak-porandakan lima rumah, merusak fasilitas ibadah, serta mengakibatkan satu orang warga mengalami luka-luka akibat tertimpa pohon tumbang.
Berdasarkan pendataan petugas di lapangan, lima bangunan rumah yang mayoritas berkonstruksi kayu jati tersebut rata dengan tanah. Beruntung, kelima rumah milik warga berinisial H, L, S, D, dan M asal Kecamatan Cepu dan Kedungtuban tersebut masih dalam kondisi kosong atau belum dihuni. Selain bangunan rumah, hantaman angin juga merusak kanopi galvalum pada teras Masjid Al Fatah di desa setempat.
Nahas, insiden ini turut menimbulkan satu korban luka berinisial ITH asal Kecamatan Cepu. Saat cuaca buruk melanda, korban tengah berada di sebuah gazebo di lahan kosong miliknya sebelum akhirnya tertimpa pohon jati yang tumbang. Korban langsung dievakuasi dan telah mendapatkan perawatan jalan di RS PKU Muhammadiyah Cepu akibat luka memar pada punggung dan lecet di bagian tangan.
Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., membenarkan adanya peristiwa bencana alam tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa jajaran Polsek Kedungtuban bersama Koramil, perangkat desa, dan warga setempat langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta membantu proses evakuasi sesaat setelah menerima laporan.
“Petugas gabungan sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan memastikan keamanan situasi. Berdasarkan hasil pengecekan, lima rumah yang roboh tersebut memang belum ditempati sehingga tidak ada korban jiwa di dalam bangunan. Namun, satu warga dilaporkan terluka akibat tertimpa pohon tumbang dan sudah ditangani secara medis,” jelas AKBP Inggal Widya Perdana.
Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa total kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP serta instansi terkait guna langkah penanganan pascabencana.
“Akibat musibah ini, taksiran kerugian material kurang lebih sebesar 250 juta rupiah. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Blora untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang rawan memicu pohon tumbang maupun kerusakan infrastruktur,” pungkasnya.

